| |
Makanan Penyebab Gas
Mengeluarkan gas adalah proses fisiologis tubuh yang normal. Rata-rata, orang yang sehat menghasilkan sekitar 1-4 liter gas setiap hari. Dan pada saat yang sama, mengeluarkan gas sekitar 10-14 kali per hari.

(foto:ilustrasi/google)
Meskipun membuang gas itu normal, tapi hal itu dapat menciptakan situasi yang memalukan saat ada orang lain berada didekat Anda. Oleh karena itu, memahami sumber-sumber dan penyebab pembentukan gas akan membantu dalam meminimalkan frekuensi gas dalam perut.
Biasanya, sejumlah kecil gas ditelan selama proses menelan makanan dan air minum, yang kemudian jatuh baik sebagai olah bersendawa atau dubur. Apa saja makanan yang dapat menyebabkan pembentukan gas yang berlebihan?
Susu dan Produk Susu
Laktosa, gula alami terdapat dalam susu, merupakan salah satu penyebab paling umum gas. Pembentukan gas akibat konsumsi produk susu yang lebih tinggi di antara orang-orang yang memiliki gejala-gejala intoleransi laktosa. Jika demikian halnya, seseorang dapat memasukkan yogurt dan keju dalam makanan, daripada mengkonsumsi susu dan produk susu lainnya.
Sayuran
Sayuran tertentu seperti kacang-kacangan, kentang, artichoke, asparagus, wortel, jagung, kubis, kembang kol, brokoli, lobak, bawang, kacang polong, seledri dan kacang-kacangan lainnya ditemukan menyebabkan gas. Oleh karena itu, untuk memerangi gejala pembentukan gas yang berlebihan, seseorang dapat meminimalkan jumlah sayuran dalam makanan.
Beberapa Buah
Sorbitol adalah faktor pemicu lain untuk produksi gas. Ini adalah gula alami yang ditemukan dalam banyak buah-buahan seperti apel, persik, plum dan buah prune. Buah-buahan lainnya yang menyebabkan gas termasuk pisang, aprikot, melon, anggur dan kismis.
Fiber Rich Foods
High fiber diet yang mengandung makanan yang kaya serat larut (misalnya oat, kacang-kacangan dan beberapa buah-buahan) juga dapat menimbulkan pembentukan gas yang berlebihan.
Makanan lain
Makanan lain yang menyebabkan gas pemanis, makanan berlemak dan minuman berkarbonasi. Pemanis buatan seperti manitol, sorbitol dan xylitol dapat memperburuk produksi gas pada beberapa orang.
Perlu dicatat, bahwa jumlah gas yang dikeluarkan oleh bahan makanan tertentu, tidak sama untuk setiap orang. Selain itu, membatasi makanan yang menyebabkan gas, dapat mengakibatkan mengurangi konsumsi makanan yang sehat. Untuk menghindari keadaan seperti itu, selalu disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli diet yang berkualifikasi.
Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita |
|