DNAberita
DNAberita    
Headlines  | Economy  |  Law  | Politic | Sports  |   IT   | Lifestyle  |  Entertainment  | Profile |  Leisure  |  Graha  | Campus  |  Youth  |  Event  |  Lingua  |  Features  |  Index  |  Forum
Breaking News
Biak Diguncang Gempa 7,1 SR, Berpotensi Tsunami - Laser Pointer Juga Bisa Merusak Retina Mata - Nikah, Indra Bekti Ogah Gelontorkan Biaya Miliaran - Warnet Diimbau untuk Lebih 'Galak' dengan Situs Porno.
Untitled Document
tell a freind
       Content
news   Beauty
news   Saloon & Spa
news   Wedding
news   Fashion
news   Trend
news   Health - Baby & Mom
news   Resto
news   Tips
 

lowongan kerja

Business Yellow Pages

Indosat

ANJ Finance

Buwi

Subur baru 300110

speedy 180310

 
 

 

  DNAberita - Digital News Terdepan
Berita Lainnya


Roy Suryo Yakin Video Mesum Ariel Pakai Hape Dual Camera dan Communicator

 


Portugal Lewatkan Kesempatan

 


Cantik dengan Santan Kelapa

 


Samsung Corby i5500 atau Samsung Galaxy 5 Dengan Android 2.1 dan Spesifikasi Oke

 


Belum Waktunya

 


Memilih Atap Rumah Tepat nan Estetik

 


Sejarah Penciptaan Lilin

 

 
News
<< Back   
_____________________________________________________________________________________________________________
  Bernyanyi membantu pasien stroke

Menyanyikan kata-kata memudahkan penderita stroke berkomunikasiSekelompok ilmuwan mengatakan, mengajarkan pasien stroke untuk bernyanyi dapat memperbaiki kerusakan dalam otak mereka dan membantu mereka memulihkan kemampuan berbicara.


(foto:ilustrasi/multiply)

Dengan bernyanyi para pasien menggunakan daerah di dalam otak yang berbeda dengan daerah yang bekerja ketika seseorang berbicara.Bila "pusat wicara" dalam otak seseorang rusak akibat stroke, mereka dapat menggunakan "pusat bernyanyi" untuk berbicara.

Para peneliti mengajukan temuan ini dalam pertamuan tahunan Asosiasi Amerika bagi Kemajuan Ilmu Pengetahuan (AAAS) di San Diego.Sebuah uji coba klinis yang sedang berlangsung, kata mereka, menunjukkan bagaimana otak menanggapi terapi intonasi bermelodi ini.

Gottfried Schlaug, seorang profesor neurologi di Rumah Sakit Beth Israel dan Fakultas Kedokteran Harvard di Boston, Amerika, memimpin uji coba ini.Musik dapat menjadi medium alternatif untuk mengaktifkan bagian otak yang biasanya tidak aktif.

Terapi itu sudah dilakukan sebagai satu teknik kedokteran.Para peneliti pertama kali menggunakannya ketika mereka menemukan bahwa pasien yang menderita kerusakan otak yang menyebabkan mereka tidak bisa berbicara ternyata masih bisa bernyanyi.

Profesor Schlaug menjelaskan bahwa ini adalah penelitian pertama untuk memadukan terapi tersebut dengan teknologi brain imaging atau memindai otak untuk melihat apa yang terjadi dalam otak ketika seorang pasien belajar menyanyikan kata-kata mereka.
Menghubungkan otak

Sebagian besar hubungan antara daerah otak yang mengendalikan gerakan tubuh dan daerah yang mengendalikan pendengaran berada di sisi kiri dan kanan otak.

"Tetapi ada semacam lubang berhubungan dengan kedua daerah itu di sisi kanan," kata Profesor Schlaug."Entah mengapa, lubang itu tidak banyak digunakan, jadi sisi kiri lebih sering digunakan dalam berbicara."

"Bila bagian kiri mengalami kerusakan, bagian kanan akan kesulitan menggantikan peran itu," tambah Profesor Schlaug.
MadonaPenyanyi profesional memiliki "pusat bernyanyi" yang lebih berkembang

Tetapi ketika para pasien belajar merangkai kata-kata mereka dalam melodi, berbagai hubungan penting terbentuk di bagian kanan otak mereka.

Penelitian terhadap banyak hasil pemindaian otak menunjukkan bahwa "pusat bernyanyi" terlalu banyak berkembang di dalam otak penyanyi profesional.Selama sesi terapi, para pasien diajarkan untuk menggunakan kata-kata dengan melodi yang sederhana.

Profesor Schlaug mengatakan setelah satu sesi terapi para pasien stroke yang sebelumnya tidak mampu berbicara sama sekali mulai bisa mengatakan "Saya haus" dengan memadukan setiap suku kata dengan sebuah nada.

"Musik dapat menjadi medium alternatif untuk mengaktifkan bagian otak yang biasanya tidak aktif," kata Profesor Schlaug.Dr Aniruddh Patel dari Institut Ilmu Neuro di San Diego mengatakan studi itu merupakan salah satu contoh melonjaknya penelitian mengenai dampak musik terhadap otak dalam sepuluh tahun terakhir.

"Kadang-kadang orang bertanya di bagian mana di dalam otak musik diproses dan jawabannya adalah, di semua tempat di atas leher," kata Dr Patel.

"Musik melibatkan bagian besar dari otak, bukan hanya mengaktifkan titik kecil dalam korteks pendengaran."

 

Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita

 

 

 

  DNA |Bbc
_____________________________________________________________________________________________________________
  DNAberita - Digital News Terdepan
.news Cerah Berseri Tanpa Komedo (1)
.news Fashionable dengan Legging
.news Chic Dengan Motif Bunga
.news Sikap Mesra Puaskan Perempuan
.news For Big Size
  Index
 
DNAberita - Digital News Terdepan
 
Redaksi | Contact Us | About Us | Info Iklan | Berita Anda
Peraturan & Layanan
  Copyright@DNAberita.com - PT. Digital Media Indonesia.
All Rights Reserved