DNAberita
DNAberita    
Headlines  | Economy  |  Law  | Politic | Sports  |   IT   | Lifestyle  |  Entertainment  | Profile |  Leisure  |  Graha  | Campus  |  Youth  |  Event  |  Lingua  |  Features  |  Index  |  Forum
Breaking News
Biak Diguncang Gempa 7,1 SR, Berpotensi Tsunami - Laser Pointer Juga Bisa Merusak Retina Mata - Nikah, Indra Bekti Ogah Gelontorkan Biaya Miliaran - Warnet Diimbau untuk Lebih 'Galak' dengan Situs Porno.
Untitled Document
tell a freind
       Content
news   Beauty
news   Saloon & Spa
news   Wedding
news   Fashion
news   Trend
news   Health - Baby & Mom
news   Resto
news   Tips
 

lowongan kerja

Business Yellow Pages

Indosat

ANJ Finance

Buwi

Subur baru 300110

speedy 180310

 
 

 

  DNAberita - Digital News Terdepan
Berita Lainnya


Roy Suryo Yakin Video Mesum Ariel Pakai Hape Dual Camera dan Communicator

 


Portugal Lewatkan Kesempatan

 


Cantik dengan Santan Kelapa

 


Samsung Corby i5500 atau Samsung Galaxy 5 Dengan Android 2.1 dan Spesifikasi Oke

 


Belum Waktunya

 


Memilih Atap Rumah Tepat nan Estetik

 


Sejarah Penciptaan Lilin

 

 
News
<< Back   
_____________________________________________________________________________________________________________
  Cara menghadapi Orang yang sedang "MARAH"


(foto:google)

Sering kita baca atau lihat di media, permasalahan kecil yang menyebabkan kemarahan salah satu atau dua belah mengakibatkan kejadian yang cukup fatal, seperti adu fisik, pemukulan, bahkan hingga pembunuhan. Alangkah sayangnya bila kejadian tersebut berulang kali timbul, hanya karena persoalan sepele.

Oleh karena itu, perlu trik-trik tertentu agar persoalan kecil yang menyebabkan kemarahan tidak menimbulkan kejadian fatal. Langkah-langkah atau trik-trik yang dapat digunakan menghadapi orang marah antara lain:

1. Diam dan perhatikan apa yang diucapkan

Orang dalam keadaan marah akan melontarkan apa saja yang ada dalam benaknya, ibarat muntahan lahar gunung berapi. Oleh sebab itu, jangan sekali-sekali langsung menanggapi, karena api akan semakin membesar dan dapat menyulut pertempuran, tidak hanya adu mulut, tetapi juga adu fisik, bahkan nyawapun jadi taruhan.

Diam dan perhatikan apa isi lontaran kemarahan tersebut, renungkan sesaat, dan jangan ambil tindakan apapun, kecuali orang tersebut memulai tindakan fisik terlebih dahulu. Kalaupun ada tindakan lebih kepada membela diri, bukan menyerang orang tersebut.

2. Temukan Letak Kesalahan

Setelah memerhatikan dan merenungkan lontaran kemarahan orang tersebut, temukan letak kesalahan, apakah pada diri kita atau pada orang tersebut. Bila kesalahan terjadi pada diri kita, segeralah minta maaf setelah orang tersebut selesai melontarkan kemarahannya, kemukakan alasan secukupnya, tidak perlu penjelasan yang bertele-tele, karena kesalahan kita akan dikejar terus.

Misalnya, kita terlambat menyerahkan barang/kiriman karena jalanan macet, cukup minta maaf dan sampaikan terjadi kemacetan. titik. tidak perlu dijelaskan kenapa macet dan sebagainya, karena akan dikejar pertanyaan yang tidak akan pernah selesai, contohnya kenapa tidak dari pagi?, atau kenapa tidak naik motor?

Namun bila kesalahan terjadi pada orang marah tersebut, kita juga tidak perlu langsung menanggapi. cukup dengarkan dulu, setelah suasana dingin, baru kita klarifikasi atau kita jelaskan bahwa letak kesalahan bukan pada diri kita, melainkan pada situasi yang tidak memungkinkan, jangan langsung menyalahkan yang bersangkutan.

Misalnya kita diperintahkan mengirim barang oleh orang tersebut, padahal bukan wewenangnya. Ketika orang tersebut marah, sampaikan saja bahwa pengiriman barang harus seizin orang yang berwenang (apakah atasannya, atau orang lain yang punya otoritas), bukan orang yang bersangkutan.

3. Selesaikan Masalah Sendiri atau Melalui Pihak Ketiga

Apabila situasi memungkinkan, selesaikan masalah dengan segera, agar tidak menimbulkan beban baik bagi diri kita atau bagi orang yang sedang marah tersebut. Sedapat mungkin tidak melewati hari karena hanya akan menambah beban pikiran dan perasaan.

Apabila memang sulit dipecahkan, ajaklah pihak ketiga yang dikenal oleh kita maupun orang yang bersangkutan, serta memiliki wibawa dan dihargai oleh kedua belah pihak. Biarlah pihak ketiga yang menjelaskan duduk persoalan dan menerangkan akar permasalahan kepada kedua belah pihak. Selesaikan dengan kepala dingin dan keikhlasan kedua belah pihak.

4. Tinggalkan

Apabila masih tidak terpecahkan juga, walaupun melalui pihak ketiga, sebaiknya tinggalkan dan hindari saja orang tersebut. Cari kegiatan atau pekerjaan lain yang tidak berhubungan langsung dengan orang tersebut. Buang jauh-jauh masalah tersebut dan jangan lagi muncul dalam pikiran kita. Fokuskan perhatian pada masa depan, tidak perlu menengok ke belakang lagi.

5. Serahkan kepada yang Berwajib (bila perlu)

Apabila masalah tetap berlanjut dan situasi makin panas, bahkan cenderung kontak fisik dan membahayakan keselamatan diri dan keluarga kita, jalan terakhir adalah melapor dan minta perlindungan kepada yang berwajib, dalam hal ini adalah Polisi atau aparat pemerintah setempat.

Jangan sekali-kali kita selesaikan secara fisik tanpa ada perlindungan yang berwajib, karena malah bisa menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Bisa-bisa kita yang diciduk ke penjara gara-gara permasalahan orang lain.

 

 

Pemanfaatan seluruh atau sebahagian materi artikel / berita - dengan tidak merubah substansi berita termaksud -, (teks, foto, logo) yang merupakan materi DNAberita.com bebas dimanfaatkan dengan Wajib mencantumkan sumber: DNAberita

 

 

 

  DNA |berbagaisumber/blog
_____________________________________________________________________________________________________________
  DNAberita - Digital News Terdepan
.news Cerah Berseri Tanpa Komedo (1)
.news Fashionable dengan Legging
.news Chic Dengan Motif Bunga
.news Sikap Mesra Puaskan Perempuan
.news For Big Size
  Index
 
DNAberita - Digital News Terdepan
 
Redaksi | Contact Us | About Us | Info Iklan | Berita Anda
Peraturan & Layanan
  Copyright@DNAberita.com - PT. Digital Media Indonesia.
All Rights Reserved